Softskill: Application Letter

Mr. Brown

Senior Account Executive

Prospero Public Relations

12345 West Bernando Drive

San Diego, CA 92747

 

Dear Mr. Brown,

I am writing to enquire if you have any vacancies in your company. I enclose my CV for your information.

As you can see, I have had extensive vacation work experience in office environments, the retail sector and service industries, giving me varied skills and the ability to work with many different types of people. I believe I could fit easily into your team.

I am a conscientious person who works hard and pays attention to detail. I’m flexible, quick to pick up new skills and eager to learn from others. I also have lots of ideas and enthusiasm. I’m keen to work for a company with a great reputation and high profile like [insert company name].

I have excellent references and would be delighted to discuss any possible vacancy with you at your convenience. In case you do not have any suitable openings at the moment, I would be grateful if you would keep my CV on file for any future possibilities.

Yours sincerely

(written signature)

Rio Ramski

enclosure

Reference: http://www.theguardian.com/careers/covering-letter-examples

Semangat Hidup Tukang Tambal Ban

Betul, ini bukan foto baru. Foto-foto ini sudah beredar di dunia maya sejak 2006 seperti yang ditampilkan pada penanda air itu. Tapi, bagi saya ada sesuatu yang spesial dari foto ini. Foto tentang seorang pria tanpa tangan yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di China ini benar-benar fantastis. Dia yang cacat pun masih mau berusaha menggunakan kedua kakinya untuk bekerja: melepas ban sepeda, menambalnya dan kemudian memasangnya kembali. Meskipun nampak sederhana, ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, pun bagi orang normal yang mempunyai dua tangan. Perlu sebuah tekad yang membaja untuk tetap mempunyai semangat membara, terus bekerja, menyingkirkan rasa malas yang menggoda.

Read More…

Fenomena, Teknologi dan Masa Depan

Perkembangan teknologi secara pesat beberapa abad terakhir membuat kehidupan manusia sangat bergantung kepada teknologi yang mereka ciptakan. Ide yang mereka miliki untuk beralih dari kehidupan tradisional menjadi kehidupan yang serba modern adalah suatu hal yang menghebohkan. Barang tradisional yang dahulu manusia pakai untuk menghidupi kebutuhan hidup mereka pun sudah mulai ditinggalkan.

Saat ini, ketergantungan manusia terhadap teknologi tak bisa luput dan bahkan semakin mewabah. Ini dikarenakan kreativitas dan inovasi yang manusia buat terus berkembang hingga memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di saat penemuan-penemuan itu ditemukan dan lahirnya teknologi yang canggih membuat sikap malas manusia mulai timbul dari diri mereka sendiri. Kehidupan sinergis yang dahulu tampak, kini hilang begitu saja oleh teknologi yang semakin merajalela. Contoh penemuan teknologi yang membuat manusia malas adalah ditemukannya robot untuk membantu kerja manusia.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi saja, kehidupan sosial pun terkena imbasnya pula. Kehidupan bersosialisasi pada zaman sebelumnya mulai lenyap dengan gaya modernisasi dan individu yang mulai diterapkan oleh manusia. Mereka tidak memikirkan kehidupan orang-orang yang tidak mampu dengan kehilangan pekerjaan mereka, disebabkan teknologi yang mengambil alih dari sebagian pekerjaan mereka.

Disaat perkembangan teknologi di atas angin, manusia lupa akan bahaya yang datang akibat teknologi tersebut. Lingkungan alam, flora dan fauna menjadi korban. Sebagai contoh, di daerah kutub yang dahulunya memiliki daratan es yang luas dan besar, kini mencair akibat global warming. Di hutan, banyak hewan dan tumbuhan yang langka bertahan hidup di sana, kini semakin lama semakin punah akibat ulah manusia yang menebang pohon-pohon hutan untuk dijadikan bahan mentah suatu produk industri.

Lantas, apa langkah yang sebaiknya manusia lakukan untuk menghindari dampak buruk yang terjadi akibat ulah mereka sendiri. Antisipasi apa yang seharusnya manusia ambil untuk tetap bertahan hidup di bumi ini dengan tidak menghancurkan flora dan fauna yang semakin punah. Jelas, dari sekian fenomena di atas, artinya bahwa masa depan dimulai dari sekarang.

Maka dari itu, dibutuhkan generasi-generasi penerus untuk membuat suatu jalan keluar agar dampak yang ditimbulkan dari penemuan teknologi tidak semakin meluas. Menciptakan suatu alat teknologi yang tidak merusak alam, simpel dan kreatif merupakan dambaan semua kalangan. Inilah pekerjaan rumah bagi generasi penerus yang menggeluti bidang elektronik dan robotik.

Menciptakan sebuah robot adalah hal yang baik, tetapi akan lebih baik lagi tidak membuat manusia kehilangan pekerjaan. Maksudnya, setiap robot bekerja untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak dapat manusia kerjakan saja, tidak seluruh bagian diambil alih oleh robot tersebut. Berkaitan dengan robot, bidang yang sangat mendalami akan kerja dari sebuah robot adalah sitem komputer. Sistem yang sebelumnya dibuat terlebih dahulu oleh manusia kemudian dikembangkan dengan kolaborasi teknologi agar terlihat stylish dan sempurna.

Kini, teknologi tersebut sudah mendunia apalagi dengan munculnya berbagai tipe dan bentuk yang memperlihatkan kecanggihan suatu benda. Semakin kecil dan tipisnya benda tersebut semakin canggih penggunaan teknologi. Artinya, harga yang ditaksir akan melambung tinggi. Inilah yang terjadi di Replubik ini. Masyarakat terlalu konsumtif dengan timbulnya teknologi canggih. Kemunculan teknologi membuat mereka melupakan kepentingan umum yang merupakan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial.

Apalagi dengan penemuan-penemuan yang diciptakan oleh pemuda-pemuda Indonesia yang akhir-akhir ini sedang giat untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang indusrtri. Namun, amat disayangkan bila penciptaan sebuah penemuan yang canggih sekalipun tidak didukung oleh peran pemerintah. Di samping itu, perlu adanya sosialisasi untuk sebuah penemuan yang kemudian bisa diperlihatkan ke publik. Seandainya peran pemerintah dan masyarakat dalam mendukung proyek penemuan oleh generasi penerus ini bisa direalisasikan, maka tak tanggung lagi, masyarakat akan beralih untuk membeli produk sendiri dan tidak tergantung dengan barang canggih yang diimpor dari luar negeri.

Kekuatan Cinta

Seperti biasa di suatu padang kemerahan yang terhampar luas, seekor binatang melata jantan yang kelaparan sedang mencari makan di tempat rongsokan barang. Di lain tempat yang tidak berkejauhan, seekor binatang melata betina sedang bersantai di atas bebatuan sambil memakan seekor lalat yang melintas di atasnya.

Ketika sang jantan sedang asyik-nya mencari makanan, dia melihat sang betina dari atas bebatuan. Secara sontak, sang jantan pun terkesima melihat paras cantik yang dimiliki sang betina. Sang jantan pun segera berhenti untuk mencari makanan dan langsung menghampiri sang betina.

            Sesampai di hadapan sang betina, dia mencoba menyentuh tangan sang betina yang sedang termenu sambil memejamkan mata. Setelah menyentuh tangan sang betina, tiba-tiba sang betina itu pun terbangun dan melihat seekor binatang jantan yang memberikan senyum lebar kepadanya. Namun, yang terjadi sang betina menghiraukan kedatangannya, segera memakan kembali seekor lalat yang sedang melintas di depannya dan bersantai kembali.

            Sang jantan pun tak mau menyerah. Dia mencoba untuk mencari perhatian agar sang betina itu pun terbangun lagi. Alhasil, usaha yang dilakukan sang jantan berhasil tetapi sekali lagi sang betina menghiraukannya, memakan seekor lalat yang melintas di depannya dan kembali lagi memejamkan mata.

            Untuk kesekian kalinya, sang jantan menyentuh tangan sang betina dan mencari perhatian sambil melakukan atraksi dengan mengangkat batu yang ukurannya sepuluh kali lipat dari ukuran tubuhnya. Tampaknya kekuatan tangannya tidak dapat menahan beratnya batu tersebut hingga jatuh mengenai ekornya.

            Tidak sabar dengan kegagalan yang diterimanya, sang jantan pun langsung mendekati sang betina dan menjulurkan mulutnya untuk bersiap menciumnya. Lagi-lagi, kesialan menimpa sang jantan. Sang betina tidak menerima kemauan sang jantan sehingga tamparan-lah menjadi balasannya.

            Setelah kejadian itu, sang jantan pun pergi untuk sementara meninggalkan sang betina. Namun, sang jantan tidak menyerah begitu saja. Dia terus mencari akal agar hati sang betina jatuh tepat ke pelukannya.

            Di tengah jalan, sang jantan tidak disengaja melihat suatu pamflet yang bergambar dua orang yang saling jatuh cinta dengan bunga yang sedang dipegang oleh lelaki untuk diberikan kepada seorang perempuan. Mulailah sang jantan berkhayal akan dirinya dengan sang betina yang tergambar dalam pamflet tersebut.

            Hal itu menghasilkan ide yang cemerlang bagi sang jantan untuk mendapatkan setangkai bunga agar segera diberikan kepada sang betina. Bergegaslah sang jantan mencari apa yang tergambar dalam pamflet tersebut.

            Setiap sudut tempat terus dicarinya hingga akhirnya sang jantan menemukan tiga tangkai bunga yang tertata rapi di suatu vas bunga. Dengan wajah yang sumringah, sang jantan pun mendekati vas tersebut. Namun, perjuangan untuk mendapatkan setangkai bunga tidak berhenti sampai disitu.

            Sang jantan harus berhadapan dengan komplotan binatang yang terlihat sedang meyiapkan makanan. Diapun menunggu mereka lengah dan secepat mungkin mengambil bunga tersebut. Alhasil, mereka pun lengah dan sang jantan merebut setangkai bunga tersebut dengan mudah. Belum sampai di situ, sang jantan tertangkap basah mengambil setangkai bunga dan membuat komplotan binatang itu marah.

            Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Di saat kejar-kejaran terjadi, komplotan binatang tersebut menabrak makanan yang akan siap disajikan hingga tumpah-ruah. Amarah merekapun makin menjadi dan sesegera mungkin untuk menangkap sang jantan. Dengan rasa takut dari diri sang jantan, diapun berusaha untuk mengalah dan tidak sengaja menyentuh alat penghalus makanan.

            Hasilnya, sang jantan menunggangi alat tersebut dan berusaha menjauhi dari kejaran komplotan binantang. Ketika kejar-kejaran berlangsung, secara tidak sengaja sang jantan menjatuhkan bunga tersebut. Mau tidak mau, sang jantan harus membalik arah agar bunga yang dijatuhkannya tidak kembali direbut oleh komplotan binantang.

            Namun, dengan kecepatannya menunggangi alat tersebut, sang jantan melompat dan berhasil mendapatkan kembali setangkai bunga yang telah ia jatuhkan tadi. Sebaliknya, alat tersebut menabrak tunggangan komplotan binatang dan terlempar jauh sejauh mata memandang.

            Tanpa pikir panjang, sang jantan segera menemui sang betina untuk memberikan setangkai bunga yang dia dapat dengan susah payah. Ketika sang jantan datang menghampiri sang betina, sang betina pun sangat bahagia bukan kepalang.

Namun, setelah sang jantan memberikan setangkai bunga itu, bukannya sang betina menerima dengan senang hati dan mencium harum aroma bunga tersebut, melainkan memakannya dan segera meninggalkan sang jantan seorang diri.

Harapan Cermin Pribadi

Setiap manusia memiliki harapan yang berbeda-beda. Jarang ditemukannya harapan yang sama antar dua individu. Berbagai harapan yang mereka pikirkan ada yang mungkin bisa menjadi kenyataan ataupun sebaliknya, tergantung dari individu manusia itu sendiri. Adanya motivasi dan tekad yang kuat, suatu harapan tersebut akan mudah diraih oleh manusia, begitu pun sebaliknya. Jika individu tersebut memiliki sikap malas untuk meraih harapan tersebut, hanya takdir sajalah yang dapat berbicara.

Di samping itu, hal-hal lain yang perlu diterapkan untuk mendapatkan suatu harapan yang sulit maupun yang mudah diraih, yaitu yakin dan mampu. Manusia yang yakin pada dirinya sendiri untuk mampu dalam meraih harapannya akan mudah didapat. Namun kerap kali manusia memikirkan harapan yang terlalu tinggi atau di luar kemampuan dirinya sehingga mereka akan merasa sulit untuk mengejar harapan yang ditargetkan itu. Oleh sebab itu, sebelum manusia memiliki sebuah harapan, perlu adanya pemikiran bahwa apakah dirinya mampu untuk meraih harapan tersebut atau tidak.

Begitu banyak harapan yang dimiliki setiap manusia jika tidak diikuti dengan tindakan, hasil yang didapatkan akan nihil. Harapan-harapan yang tadinya bermanfaat bagi dirinya untuk di masa yang akan datang tetapi tindakan yang mereka terapkan tidak mereka kerjakan secara maksimal, tentu harapan itu akan sia-sia. Itulah sebabnya, dalam kasus ini sebuah harapan itu dapat dihubungkan dengan cermin kepribadian seseorang. Semakin banyak harapan yang bisa dia raih maka semakin baik cerminan pribadi yang dia dapat. Kita bisa lihat orang-orang sukses di luar sana.

Mereka yang bekerja keras selama perjalanan hidupnya membuat hasil yang didapati tidak terbuang sia-sia. Tindakan yang cermat dan yakin pada dirinya sendiri membuat cermin kepribadian dirinya menjadi percaya diri dan dapat meraih harapan-harapan itu. Tak pelak bagi generasi muda Indonesia yang saat ini makin banyak dan menghasilkan bibit-bibit berkualitas. Tidak hanya orang tua saja yang dapat sukses di kemudian hari, kini pun generasi muda tidak mau ketinggalan. Pun yang terjadi pada diri saya.

Sewaktu kecil, harapan untuk menjadi pembalap adalah hal ingin saya capai. Olahraga yang satu ini sangatlah menyenangkan dan memacu adrenalin. Namun, amat disayangkan, harapan yang terlalu tinggi dan kurangnya kemampuan saya membuat itu tidak tercapai. Di samping itu, minimnya fasilitas olahraga ini adalah kendala yang paling utama. Itu sebabnya saya berkeinginan untuk memilih harapan lainnya yang lebih mudah saya capai.

Dari mulai masa kecil hingga masa saya beranjak sekarang yaitu masa perkuliahan, akhirnya saya berkeinginan untuk menjadi orang yang ahli pada bidang teknologi. Harapan yang dinanti-nanti ketika saya duduk di Sekolah Menengah Atas ini hampir bisa terwujud seandainya saya bisa lulus sebagai sarjana dan menatap dunia kerja. Namun, itu adalah perkara yang tidak mudah, perlu perjuangan yang maksimal untuk meraih semua itu. Semenjak itu, saya memang lebih menyukai bidang teknologi informasi ketimbang bidang olahraga yang saya geluti di waktu kecil dahulu.

Jika niat dari hati suka terhadap bidang yang digeluti oleh dirinya, maka secara tidak langsung harapan itu akan mudah diraih. Ini hal lain yang perlu diperhatikan oleh seseorang untuk meraih suatu harapan adalah niat yang tulus. Kebanyakan seseorang lupa akan niat yang mereka miliki dan bertolak belakang terhadap apa yang dia sukai. Mereka akan lebih cenderung menjadi orang yang gagal bila mereka tidak berupaya untuk mengubah harapan itu.

Menurut Dr. Elizabeth F. Loftus, seorang psikolog dari Amerika menyatakan bahwa harapan seseorang itu dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan hal itu bertahan cukup lama. Artinya, seseorang yang mempunyai harapan besar dan mempunyai kepercayaan yang tinggi untuk mendapatkannya bisa menularkan harapan tersebut kepada orang lain dan secara tidak langsung mereka akan termotivasi untuk mengikuti jejak seseorang tadi.

Jadi, untuk meraih suatu harapan dibutuhkan sebuah tindakan, kepercayaan dan kemauan agar harapan itu mudah diraih dan menjadikan cermin pribadi bagi setiap orang. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri, melainkan juga mempengaruhi perilaku orang yang ada di sekitar kita.

Studi Lapangan

Ketika masa SMA, mungkin studi lapangan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Bagaimana tidak, belajar sambil berwisata merupakan hal yang sangat diminati siswa-siswi SMA. Dari situ kita bisa melihat secara langsung kejadian dan seleksi alam, bukti-bukti sejarah peninggalan zaman kerajaan sampai zaman penjahahan dan fenomena lain yang dapat diambil sebagai pelajaran.

Itulah yang terjadi pada diri Saya ketika masih duduk di bangku SMA. Perjalanan yang melelahkan, ditinggal jauh orang tua, merupakan pengalaman dan tantangan berarti bagi Saya. Namun, semua itu dapat dilewati dengan mudah ketika melakukan perjalanan bersama teman-teman se-angkatan dan guru pembimbing yang ikut serta dalam studi lapangan tersebut.

Tanpa cerita panjang lebar, Saya akan menceritakan pengalaman yang Saya dan teman-teman alami ketika melakukan studi lapangan ke tiga kota besar di Indonesia. Yang pertama kali kami kunjungi adalah Balai Inseminasi Buatan di Lembang, Bandung.

Di tempat ini kami bisa melihat cara pemanfaatan susu, produksi semen beku ternak dan reproduksi sapi perah. Kemudian dijelaskan juga bagaimana cara pemakaian teknologi yang digunakan untuk peragaan tersebut. Setelah melihat-lihat dan mempelajarinya, kami dipersilakan untuk meminum susu langsung dari hasil perah. Rasanya tidak berbeda jauh dengan susu biasa, hanya saja susu perah ini memliki rasa yang hambar dan hangat.

Setelah kami berkutat dengan hewan, tidak jauh dari sana, kami beralih ke Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang Bandung.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) ini adalah tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis tanaman sayuran, dengan melakukan pelaksanaan penelitian seperti genetika, pemuliaan, perbenihan dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman sayuran. Kami juga diperlihatkan bagaimana mempraktekkannya dan menganalisa terhadap salah satu tanaman yang ada di Balitsa ini.

Sebelumnya, kami mempelajarinya melalui presentasi yang dilakukan oleh petugas Balitsa itu sendiri agar kami dapat memahami struktur dan cara untuk mengembangkan bibit-bibit plasma nutfah. Setelah 2 jam lamanya menetap di Balitsa, kini kami melanjutkan perjalanan dengan berkunjung ke salah satu tempat perbelanjaan terkenal di Bandung, yaitu Ciampelas.

Banyak dagangan-dagangan murah yang dijual di sana, juga berbagai jenis pakaian, makanan, keperluan rumah tangga dan lainnya. Di Ciampelas, kami diberi waktu singkat dikarenakan harus mendatangi satu tempat terakhir di Bandung.

Segeralah kami pergi ke Saung Mang Ujo, yaitu tempat pelestarian alat-alat musik tradisional. Tidak hanya alat musik, tarian tradisional pun turut ikut melengkapi. Di sana kami juga diizinkan untuk memainkan alat musik khas sunda, angklung.

 Selain wisatawan domestik, wisatawan mancanegara pun ikut andil dalam acara yang di gelar di Saung Mang Ujo ini. Larut malam pun tiba. Akhirnya kami bersiap untuk beristirahat di hotel Lembang untuk mempersiapkan keberangkatan ke Kamojang yang berada di kawasan Cilacap, Jawa Barat.

Keesokan harinya, dari hotel kami langsung bergegas ke PLTP Kamojang. Perjalanan kami tempuh sekitar 3 jam lamanya. Tibalah kami di Kamojang.

Sebelum kami masuk ke dalam PLTP Kamojang, bau belerang pun menyambut kedatangan kami. Maklum, kami mengunjungi salah satu tempat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang ada di Indonesia. PLTP ini bekerja sama dengan perusahaan Indonesia Power sebagai pihak yang mengubah energi uap panas menjadi energi listrik yang dialirkan ke seluruh wilayah Jawa-Bali. Di sana kami juga diajak berkeliling melihat-lihat kawasan di sekitar PLTP Kamojang, tidak lupa juga mengabadikan momen yang tak terlupakan ini.

Setelah kami puas dalam kunjungan ke PLTP Kamojang, tempat wisata selanjutnya yaitu Candi Cangkuang.

Keberadaan candi ini berbeda dengan candi-candi yang biasa kita kunjungi se-misal Borodubur, Prambanan atau lainnya. Candi ini terletak di tengah danau dan sebelum ke sana kami harus mendayuh perahu yang sudah disediakan. Di sana terdapat beberapa candi, perumahan yang merupakan peninggalan zaman dahulu yang masih berdiri kokoh dan beberapa bukti-bukti sejarah lainnya.

Itulah studi lapangan yang kami tempuh. Pengalaman dan pembelajaran yang tidak bisa kami lupakan ini sangat berharga untuk mengingat masa SMA dan sebagai bukti untuk diceritakan kepada anak cucu kita.