Paper 4

Fenomena Teknologi Informasi

Teknologi diyakini sebagai alat pengubah. Sejarah membuktikan evolusi teknologi selalu terjadi sebagai tujuan atas hasil upaya keras para jenius yang pada gilirannya temuan teknologi tersebut diaplikasikan untuk memperoleh kemudahan dalam aktivitas kehidupan dan selanjutnya memperoleh manfaat dari padanya. Terdapat urutan yang sistematis dalam perkembangan teknologi, diawali dengan persoalan yang diciptakan atau yang dihadapi dalam keseharian. Ilmu pengetahuan dasar seperti fisika, matematika, kimia, menjadi modal utama dalam memecahkan persoalan dan menciptakan teknologi. Tahapan berikutnya, temuan teknologi ini diperkenalkan kepada masyarakat dan jika terbukti dapat membantu memudahkan aktivitas manusia kemudian memasuki tahap komersial. Mereka yang mampu memiliki teknologi menjadi penerima manfaat (beneficiaries) teknologi, sedangkan yang tidak mampu berada pada lingkaran luar penerima manfaat teknologi.

Kondisi mampu dan tidak mampu dalam memiliki teknologi inilah yang menjadi penyebab awal (primal causal) dari kesenjangan ekonomi dan sosial. Mereka yang mampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan teknologi memiliki peluang yang lebih besar untuk mengelola sumber daya ekonomi, sementara yang tidak memiliki teknologi harus puas sebagai penonton saja. Akibatnya, yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap miskin. Pada sisi gelap, teknologi dapat dituduh sebagai penyebab kesenjangan ekonomi dan sosial.

Keadaan inilah yang kemudian memunculkan ide perlunya pemerataan pemanfaatan teknologi hingga ke masyarakat yang bila secara individu tidak mampu memilikinya. Upaya menciptakan teknologi tepat guna di sektor pertanian, perikanan, dan industri rumahan (home industry) yang berbiaya murah dan dapat diterapkan oleh mereka yang berpendidikan rendah pernah menjadi agenda nasional di berbagai belahan dunia, khususnya di kalangan negara sedang membangun.

Teknologi tepat guna menjadi tidak popular lagi menyusul semakin kompleksnya tatanan sosial serta munculnya produk teknologi menengah yang dapat dibuat secara massal dan berharga murah. Efek substitusi inilah yang mematikan upaya dibangunnya teknologi tepat guna di pedesaan.

Pemanfaatan bersama sumber daya teknologi menjadi solusi yang ditawarkan banyak pihak guna mengatasi keterbatasan daya beli terhadap teknologi. Termasuk dalam konsep ini adalah disediakannya angkutan massa di perkotaan atau dalam bidang layanan informasi adanya Community Access Center (CAP) dalam bentuk Warung Telekomunikasi (Wartel) dan Warung Internet (Warnet). Fakta menunjukkan bahwa anggota masyarakat tidak perlu harus memiliki teknologi untuk dapat menikmati manfaat teknologi. Dengan demikian yang penggunaan bersama sumber daya teknologi ini menjawab pernyataan mendasar, yang menjadi persoalan bukan pada kepemilikan atas teknologi tetapi akses kepada teknologi dan bagaimana masyarakat dapat seoptimal mungkin menggunakan teknologi untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Uraian di atas mengindikasikan dua hal, di satu sisi teknologi dianggap sebagai alat (means) yang menawarkan kemudahan dan pada gilirannya memberikan kemakmuran, di sisi lain karena kemampuannya memberikan kemakmuran teknologi menjadi tujuan (ends) masyarakat agar dapat memilikinya. Hubungan antara means dan ends ini menjadi pangkal dari fenomena sosial yang muncul dalam perkembangan teknologi. Sebagai means, teknologi hanyalah barang mati yang peran nyatanya sangat ditentukan oleh manusia yang mengendalikannya. Jika pengendalinya memiliki integritas yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya, maka teknologi akan terbawa ke suasana positif, dicitrakan sebagai bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya jika pengguna teknologi berperangai egois, tidak peduli kepada lingkungan, maka dampak negatif dari pemanfaatan teknologi tersebut menjadi tidak terelakkan. Sebagaimana layaknya sebuah pistol, dapat berperan dalam pemberantasan pelaku kejahatan maupun sebagai alat kejahatan., tergantung pada siapa yang menggunakannya.

Dengan demikian persoalan menjadi bergeser bukan saja pada teknologi-nya saja, melainkan perhatian harus dipusatkan juga pada manusia pengguna teknologi dan interaksi antara manusia tersebut dengan teknologi yang digunakannya. Dalam hubungannya sebagai ends, tak dapat dihindarkan bahwa teknologi tertentu menjadi dambaan individu, masyarakat atau bahkan negara untuk memilikinya dan atau berhasil menguasainya. Persoalan yang menyertai keianginan ini adalah keterbatasan daya beli, baik untuk mengadakan penelitian dan pengembangan, pengadaan bahan baku, maupun pembuatan dalam skala produksi tertentu. Pada tataran mikro, dorongan memiliki teknologi yang terdapat pada individu dapat memicu tindakan kriminal atau tidak bertanggung jawab lainnya. Sementara pada tataran agregat, menjadi tugas pemerintah untuk membantu tersedianya teknologi tertentu yang dapat memudahkan kehidupan manusia. Strategi dan Kebijakan publik diperlukan untuk mengakomodasi persoalan teknologi sebagai ends ini.

Di antara bermacam teknologi, di tengah konteks pergulatan antara kemajuan di bidang sosial dan teknologi serta interaksi saling pengaruh di antara keduanya, TIK menempati peran sentral. Isu globalisasi, semakin cepat meluas keseluruh penjuru dunia karena fasilitasi TIK. Apa saja yang terjadi di berbagai bagian di planet ini menjadi semakin cepat tersebar dan mudah diketahui dengan memanfaatkan TIK. Semua ini menjadikan TIK sebagai agen perubahan yang mengubah tatanan sosial kehidupan manusia di seluruh dunia.

Dalam penjabaran diatas dapat diambil inti permasalahannya bahwa semua teknologi yang muncul dan berkembang di dunia ini memiliki karakter atau ciri-ciri yang tersendiri dengan berbagai macam bentuk dan variasi. Perkembangan tersebut dapat dibawa ke kehidupan manusia yang bertujuan untuk memersatuan dan mempererat sifat kesosialisasi manusia itu sendiri. Namun, semua teknologi yang diciptakan mempunyai suatu batasan dan ukuran dalam hal mempergunakan dan menjaga teknologi tersebut agar tidak ada penyalahgunaan yang akhirnya berdampak kepada kejahatan. Di samping itu, teknologi ternyata mempunyai suatu sejarah pemikirannya yang telah ditemukan oleh orang-orang terdahulu.

Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dgn keyakinan dogmatis yg berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan. Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno ini yg telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan modern melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya mereka yg mempelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya. Seraya mempelajari ilmu pengetahuan mereka berusaha menyingkap rahasia jagat raya yg telah diciptakan oleh Tuhan dan mengungkap hukum-hukum dan detail-detail dalam ciptaan-Nya.

Akan tetapi akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yg mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis yg bertentangan dgn karakteristik paling mendasar akal manusia ini memunculkan teori evolusi di pertengahan abad ke-19. Khayalan Darwin Orang yg mengemukakan teori evolusi sebagaimana yg dipertahankan dewasa ini adl seorang naturalis amatir dari Inggris Charles Robert Darwin. Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dgn sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle yg berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun.

Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paroh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini ia menduga bahwa asal-usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep “adaptasi terhadap lingkungan”. Menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan tetapi berasal dari nenek moyang yg sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau peneliteian ilmiah apa pun tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yg beradaptasi pada habitat mereka dgn cara terbaik akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yg menguntungkan ini lama kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yg sama sekali berbeda dgn nenek moyangnya . Menurut Darwin manusia adl hasil paling maju dari mekanisme ini. Darwin menamakan proses ini “evolusi melalui seleksi alam”. Ia mengira telah menemukan “asal-usul spesies” suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia memublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yg berjudul The Origin of Spesies By Means of Natural Selection pada tahun 1859.

Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab Difficulties of the Theory. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yg sangat tidak memadai utk sebuah kesulitan tersebut. Seorang ahli Fisika Amerika Lipson mengomentari “kesulitan-kesulitan” Darwin tersebut “Ketika membaca The Origin of Spesies saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yg sering dikatakan orang tentangnya; bab Difficulties of The Theory misalnya menunjukkan keragu-raguannya yg cukup besar. Sebagai seorang fisikawan saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya mengenai bagaimana mata terbentuk.” Saat menyusun teorinya Darwin terkesan dgn para ahli biologi evolusionis sebelumnya terutama seorang ahli biologi Prancis Lamarck. Menurut Lamark makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yg mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga terjadilah evolusi.

Sebagai contoh jerapah berevolusi dari binatang yg menyerupai antelop. Perubahan ini terjadi dgn memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yg lbh tinggi utk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang “pewarisan sifat-sifat yg diperoleh” sebagai faktor yg menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Namun Darwin dan Lamarck telah keliru sebab pada masa mereka kehidupan hanya dapat dipelajari dgn teknologi yg sangat primitif dan pada tahap yg sangat tidak memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia belum ada sekalipun hanya nama. Karena itu teori mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan imajinasi. Pada saat gema buku Darwin tengah berkumandang seorang ahli botana Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19 penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an penemuan struktur molekul DNA yg berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adl kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yg diajukan Darwin. Perkembangan ini mestinya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi krn ada kelompok-kelompok tertentu yg bersikeras merivisi memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan idiologis bukan sekadari kepentingan ilmiah.

Sehubungan dengan adanya pembaharuan-pembaharuan dalam bidang teknologi dan informasi, kita berpendapat bahwa manusia semakin ke arah masa depan semakin menemukan inovasi yang canggih. Belakangan ini perkembangan teknologi di dunia nyata semakin pesat bahkan semua kalangan dapat menikmati teknologi-teknologi tersebut. Bidang-bidang yang mengalami perkembangan teknologi tidak hanya di bidang komputer dan industri saja, tetapi akhir-akhir ini sudah merambah ke dunia otomotif. Saat ini di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, Inggris, Jerman dan negara-negara produsen otomotif lainnya telah membuat mobil-mobil konsep untuk digunakan manusia di abad mendatang.

Salah satu produsen mobil asal Amerika Serikat “Ford” menciptakan sebuah inovasi baru untuk melengkapi teknologi di dalam konsep mobil masa depannya. All-New Ford Focus yang akan diluncurkan di Indonesia pada tahun 2012 mempunyai satu fitur yang belum dimiliki kendaraan sekelasnya. Ford Motor Company akan menyematkan sebuah fitur mutakhir, active parking assist  All New Ford Focus.

Active Parking Assist akan membantu para pengemudi Ford Focus terutama wanita yang mengalami kesulitan ketika memarkir mobil di sudut yang sulit. Jadi para pengemudi tinggal mengaktifkan fitur tersebut dan stir mobil akan berjalan sendiri memarkirkan mobil tersebut secara otomatis. Fitur Active Parking Assist hanya ada pada kendaraan kelas atas, tetapi Ford menyematkannya untuk All New Focus yang merupakan sedan kelas menengah. Kendaraan lainnya, Ford Fiesta, punya fitur Voive Command. Ford Fiesta sendiri telah terjual 1,370 unit pada kuartal pertama tahun ini dan menjadikannya mobil top seller FMI.

Fitur Ford Voice Command adalah fitur yang dapat mengoperasikan sistem audio dan telepon melalui suara, sistem itu terhubung dengan jaringan Bluetooth. Jadi pengemudi cukup menekan tombol di tuas sein dan menyebutkan keinginan pengoperasian sistem yang diinginkan seperti menyalakan lagu dan menerima telepon hanya dengan suara. Para pelanggan pun akan tertarik, bagaimana rasanya bisa mengobrol dengan mobilnya sendiri.

Keberanian Ford Motor Company memasang fitur unggulan seperti Voice Command mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai mobil pertama dikelasnya yang dilengkapi dengan fitur aktivasi suara untuk sistem audio dan komunikasi. All-New Ford Focus termasuk dari delapan mobil One Ford yang akan dijual di Indonesia selama lima tahun ke depan. Ford Motor Indonesia tidak mau membeberkan nama dan jenis ke-enam mobil One Ford kecuali All-New Ford Focus dan All-New Ford Ranger yang baru akan diluncurkan di Indonesia pada 2012.

Delapan produk global One Ford yang terbaru akan memperkuat penetrasi Ford secara signifikan di Indonesia. Ford Focus sendiri memiliki 2 varian yakni Focus yang menggunakan mesin 1.8 liter dan 2.0 liter. Ford Focus 2.0 akan mengusung mesin EcoBoost 2.0 liter yang telah disempurnakan secara khusus. Dengan penyempurnaan tersebut, Focus pun mampu menyajikan perpaduan performa dan efisiensi tanpa kompromi. Mesin ringan yang seluruhnya terbuat dari aluminium ini menghasilkan tenaga maksimum 250PS dan torsi puncak 360Nm, namun mengurangi emisi CO2 dan konsumsi bahan bakar sampai lebih dari 20 persen dibandingkan dengan Focus generasi sebelumnya. Sementara Ford Focus 1.8 memiliki mesin tangguh berkapasitas 1.800 cc yang akan mampu memberikan sensasi sporty namun tanpa mengurangi efisiensi.

APA (Aces Parking Assist) sebuah alat sensor yang berfungsi mempermudah pengemudi untuk parkir paralel sendiri terutama bagi pengemudi wanita. Active Park Assist juga menggunakan sistem ultrasonik yang berbasis sensing dan Electric Power Assist Steering (EPAS) memposisikan kendaraan untuk parkir paralel, dengan menghitung sudut kemudi secara optimal dan cepat untuk mengarahkan kendaraan ke tempat parkir. Selain sensor APA, di dalam mobil terseut terdapat sistem sensor lainnya, yaitu EPAS (Electric Power Assist Steering) sebuah sensor yang dapat membuat steer mobil bergerak dengan sendirinya.

Kedua sensor tersebut saling berkombinasi dan berhubungan agar mobil dapat bergerak dan parkir sendiri dengan hanya menekan tombol yang ada di dashboard mobil. Berikut adalah bagaimana cara kerja dari sistem sensor tersebut:

  1. Pengemudi mengaktifkan sistem sensor dengan menekan pusat konsol tombol yang berada di bawah dashboard
  2. Sistem itu kemudian mendorong pengemudi untuk melakukan parkir dengan sendirinya. Sistem setir kemudian mengendalikan dan mengontrol mobil untuk parkir di ruang yang kosong. Pengemudi tetap merubah transmisi dan mengoperasikan pedal gas dan rem
  3. Sebuah pemberitahuan visual dan atau suara dari seorang pengemudi menyarankan tentang kedekatan terhadap mobil lainnya dan benda-benda serta penyedia instruksi. Ketika semua setir dijalankan secara otomatis, pengemudi tinggal merespon untuk tetap parkir dan menginstruksikan sistem dengan menggenggam putaran setir

Teknologi sensor yang terdapat di mobil ini memiliki kelebihan-kelebihan. Untuk sensor EPAS, kelebihan yang dimiliki adalah:

a)      Di samping untuk membantu parkir secara paralel, sistem sensor EPAS ini juga membuat irit bensin mobil sebesar 5 persen, sementara itu dapat juga mengurangi  emisi gas CO2 dan meningkatkan performa setir dibandingkan dengan sistem power setir yang biasa

b)      EPAS juga menyimpan bahan bakar utama karena sistem setir diperkuat dengan sebuah alat koneksi listrik untuk baterai kendaraan, selama melawan sebuah  mesin peningkat yang memompa sistem setir

c)      Di tahun 2012, ford berencana untuk tepat hampir 90 persen beserta lincoln (perusahaan mobil dari Amerika) menggunakan sistem EPAS ini.

Active Park Assist ini bekerja beriringan dengan teknologi baru lainnya dari ford yang telah dikembangankan, meliputi:

  • Bilnd Spot Information System (BLIS) memperkerjakan sensor yang ada diluar interior atau bumper mobil yang membantu memonitori daerah pusat pandangan. Sistem ini dapat memberitahukan pengemudi dengan sebuah cahaya indikator peringatan di sisi yang sesuai dengan pandangan spion jika sensor mendeteksi sebuah kendaraan di pusat pandangan
  • Cross Traffic Alert yang digunakan sensor BLIS untuk membantu mendeteksi dan memperingatkan pengemudi ketika ada ruang parkir yang kosong
  • BLIS dengan Cross Traffic Alert sudah terpasang di Ford Fusion dan Fusion Hybrid 2010, Ford Taurus, Lincoln MKZ (sedan hatchback), Lincoln MKT crossover, Mercury Milan dan Milan Hybrid
  • EPAS juga diutamakan  sebagai peralatan standard kemudi, teknologi yang berbasis software yang membantu pengemudi untuk mengimbangi kendaraan menarik atau melayang yang dapat terjadi dalam keadaan stabil atau di jalan yang tidak rata

Berbagai teknologi yang terdapat di dalam All New Ford ini mempunyai keuntungan-keuntungan yang dapat mempermudah konsumen untuk mengemudikan mobilnya dengan aman. Berikut beberapa keuntungan-keuntungan tersebut

  1. Memudahkan pengemudi terutama bagi pengendara wanita untuk memarkirkan mobilnya secara paralel dengan sensor yang berada di dalam mobil tersebut
  2. Tidak memerlukan orang untuk mengarahkan mobil supaya parkir ditempat yang kosong
  3. Tidak perlu khawatir mobil yang dikendarai rusak atau mengenai mobil yang lainnya. Ada sensor auto braking untuk menghindarkan kejadian yang tidak diinginkan

Adanya keuntungan-keuntungan tersebut memberikan suatu kerugian yaitu malasnya pengemudi untuk mengatur kendaraannya agar parkir di tempat yang ada. Tetapi sekali lagi, manusia dengan pandainya menemukan sebuah inovasi dan kreativitas sendiri dari sifat malas tersebut.  Namun semuanya itu perlu adanya suatu usaha dan kerja keras agar terciptanya suatu inovasi.

Dari penjabaran dan gambaran yang dijelaskan dalam materi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa semua teknologi yang ditemukan oleh manusia berasal dari sifat malas yang ada pada diri manusia itu sendiri. Contohnya saja sensor yang dapat menggerakkan mobil agar mobil tersebut dapat parkir sendiri. Inovasi itu berasal dari malasnya pengemudi mobil untuk parkir secara paralel, dan dengan ditemukannya banyak penelitian membuat manusia menemukan teknologi tersebut dan langsung mempraktikkan-nya ke dalam sebuah mobil. Alhasil, mereka dapat menjalankannya.

SUMBER

  • Republika, 14 November 2011. “All-New Ford Focus, Bisa Parkir Sendiri?”. Jakarta

  • www.media.ford.com, Agustus 2009. “Active Park Assist”. USA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s