Paper 5

Jaringan Komunikasi terhadap Kehidupan Sosial Manusia

Komunikasi dalam sosialisasi pernah dipandang  sebagai transfer informasi dari pengirim kepada penerima. Namun saat ini komunikasi dianggap sebagai informasi. Perubahan ini membawa akibat pada pemusatan perhatian analisis  komunikasi  kepada hubungan antar  individu  yang   menunjukkan lingkaran pergaulan langsung dalam sebuah topik  tertentu.

Ada berbagai cara untuk mengetahui dan mengerti indikator elemen komunikasi. Pertama, isi dan sumber informasi indikatornya ditunjukkan dari apa yang diinformasikan dan “siapa” serta “mengapa”  menjadi (potential people). Siapa dalam pengertian ini lebih menunjukan tentang gambaran posisi yang bersangkutan pada struktur masyarakat setempat, karena siapa berarti pula mempertanyakan tentang posisi yang bersangkutan. Sedangkan mengapa berarti menggambarkan tentang proses sosial yang ada pada masyarakat itu. Mengapa mengindikasikan bagaimana struktur sosial itu dapat berjalan sesuai fungsinya (proses sosial).

Kedua, tipologi jenis saluran komunikasi indikatornya dapat dilihat dari jumlah institusi sosial baik formal atau non formal dalam organisasi dan efektifitas fungsionalnya. Ketiga, tipologi khalayak indikatornya  berupa gambaran tentang karakteristik demografi setempat. Setiap kelompok karakteristik demografinya akan  lebih mudah bila dilihat dari sisi tertentu dengan mempertimbangkan Status, Ekonomi dan Sosial (SES). Pada kelompok yang SES-nya tinggi, ada kecenderungan cukup selektif dalam menerima informasi. Tetapi sebaliknya, kelompok yang SES-nya rendah cenderung apatis terhadap informasi.

Ketika analisis terhadap hubungan dalam sebuah sistem sosial dilakukan lebih dikenal dengan analisis  jaringan  komunikasi. Analisis  ini dapat digunakan untuk mengetahui keanggotaan jaringan sosial,  arah  hubungan,  kepemukaan  pendapat, jaringan komunikasi personal, sampai pada kekompakan jaringan  komunikasi.

Pemahaman tentang definisi jaringan sosial itu sendiri adalah suatu jaringan relasi dan hubungan sosial yang terdapat dalam suatu masyarakat.  Jaringan ini merupakan keseluruhan relasi dan hubungan sosial yang dapat diamati di suatu masyarakat, misalnya jaringan sosial yang terdapat di masyarakat desa, keseluruhan relasi dan hubungan sosial di kalangan pemimpin desa, antara pemimpin desa dan masyarakat desa, di kalangan warga masyarakat tersebut pada umumnya . Relasi dan hubungan sosial itu terdapat diberbagai bidang kehidupan yan meliputi ekonomi, sosial, kebudayaan dan lain-lain. Jaringan relasi dan hubungan sosial merupakan pencerminan hubungan antar status-status dan peran-peran dalam masyarakat. Daringan sosial di masyarakat komplek lebih rumit dibanding masyarakat sederhana atau masyarakat primitif.

Jaringan komunikasi lebih diarahkan pada pola-pola pengaruh, yaitu  siapa yang menjadi influentials atau orang-orang yang berpengaruh dan bagaimana morphis–nya atau dengan kata lain seberapa jauh penyebaran pengaruhnya. Ini berarti, kajian jaringan komunikasi berhubungan dengan ketokohan seseorang. Sebutan tokoh tentu berkait erat dengan status. Dan status adalah bagian yang tak terpisahkan dengan pengaruh atau aksesibilitas masyarakat setempat terhadap sumber informasi dan segala aspeknya.

Analisis jaringan ini dapat dilihat melalui hubungan – hubungan yang terdapat diantara orang – orang dan diantara klik – klik pada suatu topik tertentu yang dapat diungkapkan dengan teknik – teknik sosiomentri dan didasarkan pada penemuan “siapa berinteraksi dengan siapa.   Bukti nyata efek jaringan komunikasi  pada  perubahan perilaku  seseorang diperoleh dari beberapa  studi  tentang adopsi program atau kegiatan pemerintah. Seperti dinyatakan Gonzales,  untuk  sebagian, perilaku  seseorang  dipengaruhi  oleh  hubungan  orang tersebut dengan orang lain  atau  oleh jaringan komunikasi yang diikutinya.

Dengan berkembangnya zaman, jaringan komunikasi tidak seperti dahulu, sulit untuk kita berkomunikasi antara orang yang satu dengan lainnya. Semakin canggihnya peradaban, maka manusia terus untuk menciptakan jaringan-jaringan yang lebih simple dan efisien sehingga dalam menjalani aktivitas mereka akan merasakan kemudahan. Sebagai contoh, yaitu ditemukannya handphone smartphone.

Dalam pengertian singkat, smartphone adalah sebuah device yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi (seperti telepon atau sms) juga di dalamnya terdapat fungsi PDA (Personal Digital Assistant) dan berkemampuan seperti layaknya komputer. Dalam perkembangan awal, kita hanya mengenal adanya Handphone dan PDA. Handphone pada umumnya digunakan untuk melakukan komunikasi seperti nelepon sedangkan PDA digunakan sebagai asisten pribadi dan organizer. Dengan PDA kita bisa menyimpan data contact, to do list sampai sinkronisasi antara komputer dan PDA. Perkembangan selanjutnya PDA mendapatkan kemampuan lain yaitu fitur koneksi wireless sehingga mampu menerima maupun mengirim email, pada saat yang bersamaan juga Handphone mendapatkan penambahan fitur yakni kemampuan untuk mengirim pesan.

Pada akhirnya PDA menambahkan fungsi Handphone pada device-nya, begitupun juga handphone diberikan fitur PDA (yang lebih banyak) di dalamnya, sehingga hasilnya adalah sebuah Smartphone. Dan juga banyak vendor yang menawarkan berbagai jenis pilihan Smartphone terbaik dan terbarunya. Dengan adanya banyak pilihan, tentunya akan membuat sebagian konsumen merasa bingung untuk menentukan pilihan. Bagi Anda yang ingin membeli Handphone Smartphone, mungkin berikut ini adalah tips memilih handphone smartphone

  1. 1.      SistemOperasi

Banyak sekali Sistem operasi yang saat ini diterapkan pada Smartphon, seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Mobile dan Palm OS. Setiap sistem operasi ini menawarkan fitur-fitur yang berbeda, jadi pastikan anda membeli smartphone dengan sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan anda.

  1. Fitur

Setiap smartphone menawarkan fitur-fitur yang berbeda, seperti smartphone yang menawarkan fitur multimedia, fitur game, fitur office, atau fitur online. Jadi pastikan dulu anda ingin membeli sebuah smartphone untuk penggunaan yang seperti apa.

  1. Spesfikasi

Setiap smartphone memiliki spesifikasi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan anda untuk membeli model smartphone ini. Perhatikan juga prosessornya, karena prosessor berpengaruh terhadap kinerja dari sebuah smartphone.

  1. Konektivitas

Jika anda suka aktifitas online, sebaiknya anda memilih fitur koneksi yang lebih lengkap misalkan membeli smartphone yang menyediakan dukungan jaringan 3G dengan HSDPA, dan WiFi, untuk melakukan koneksi internet.

  1. Kapasitas Memori

Memori pada smartphone juga merupakan salah satu bagian yang penting, karena besar kecilnya memori pada smartphone Anda akan sangat berpengaruh pada data yang dapat Anda simpan.

  1. Daya Tahan Baterai

Semakin lama daya tahan baterai smartphone Anda, Anda dapat aktif lebih lama dan juga dapat menikmati berbagai aplikasi multimedia, game, online, dan lainnya pada smartphone Anda lebih lama.

  1. Garansi

Sebelum membeli Anda harus memastikan bahwa smartphone yang Anda akan Anda beli bergaransi sehingga jika ada kerusakan Anda dapat mendapatkan layanan perbaikan gratis atau ganti rugi selama masa garansi tersebut.

Saat ini, banyak orang yang sudah menggunakan handphone smartphone. Produsen-produsen handphone smartphone pun berlomba-lomba untuk membuat handphone yang semakin hari semakin canggih dan seukuran tangan orang dewasa. Produsen seperti samsung, blackberry, htc, pun tidak hanya mengandalkan handphone tersebut hanya untuk menelepon dan sms saja, tetapi dilengkapi fitur yang membuat seseorang dapat berkomunikasi dengan cepat. Contohnya Blackberry yang sering dibeli dan digunakan orang karena harga yang terjangkau dan terdapat aplikasi yang memungkinkan untuk berbisnis dan cepat untuk melakukan komunikasi yaitu terdapatnya blackberry messenger.

Blackberry messenger adalah program pengirim pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat BlackBerry. Aplikasi ini mengadopsi kemampuan fitur atau aktivitas yang populer di kalangan pengguna perangkat telepon genggam. Contohnya fitur di aplikasi Google Maps atau Yahoo Messenger hingga aktivitas dengan Facebook  atau Twitter . Semuanya bisa didapatkan oleh pengguna perangkat BlackBerry pada aplikasi ini. BlackBerry Messenger merupakan salah satu keunggulan dari penggunaan perangkat BlackBerry selain layanan Push Mail. Layanan Messenger ini dibuat khusus bagi pemilik BlackBerry dan dirancang khusus untuk berkomunikasi di antara pengguna. Cara menggunakan BlackBerry Messenger adalah dengan penghubung nomor  PIN yang juga eksklusif dimiliki masing-masing perangkat BlackBerry.

Namun, dari semua jaringan komunikasi yang telah diciptakan oleh manusia, beberapa diantaranya memunculkan sifat malas. Sifat tersebut datang dengan sendirinya karena dampak dari suatu jaringan komunikasi tersebut.

Sebagai contoh, terinspirasi dari film animasi berbasis 3D, Wall-E. Film yang dirilis tahun 2008 ini mempunyai banyak fenomena terutama sifat malas, tetapi dari sifat malas yang dimunculkan, terdapat suatu inovasi dan kreativitas tersendiri. Diceritakan bahwa manusia pergi meniggalkan bumi karena bumi tidak dapat lagi menampung banyaknya sampah yang menggunung. Setelah kepergian mereka dari bumi, mereka tinggal di sebuah kapal besar yang terbang mengelilingi galaxy.

Di dalam sebuah mesin raksasa yang dikendalikan penuh oleh robot, manusia sangat menikmati semua fasilitasnya, mereka tidak perlu berjalan, tak perlu membuang-buang tenaga, semua disediakan dan diatur oleh robot. Namun, dengan fasilitas itulah mereka menjadi malas dan akhirnya mengalami kegemukan pada diri mereka karena tidak ada aktivitas tubuh yang mereka lakukan. Dari sifat malas tersebut, disitulah kreatif itu terbentuk dengan inovasi terciptanya robot-robot yang dapat disuruh seperti pembantu rumah tangga.

Seperti kita ketahui, malas, kata yang seringkali menstimulasi perasaan negatif. Dalam ladang kerja, malas sering dianalogkan sebagai lintah yang mengisap perlahan produktivitas kerja. Ia sebenarnya merupakan kondisi individu dengan segala afeksi/perasaan baik secara sadar maupun tidak sadar untuk bersikap enggan melakukan ataupun menyelesaikan suatu kegiatan/tugas/persoalan. Menunda-nunda penyelesaian pekerjaan, sulit berkonsentrasi pada tugas, bermain games saat jam kerja, sering terlambat ke kantor bisa menjadi indikasi rasa malas.

Malas terbagi dua, malas kronis (menahun) dan malas temporer.
Malas yang kronis merupakan ciri-ciri depresi. Depresi merupakan sekumpulan perasaan negatif seperti gejala murung, kecewa, kelelahan yang amat sangat (fatigue) akibat suatu persoalan yang tidak terselesaikan dan berdampak pada menurunnya kemampuan untuk beraktivitas secara normal (malfungsi sebagai individu dan bagian dari society). Khusus untuk si malas yang kreatif lebih ke arah malas yang temporer/sementara.

Apapun jenis Si Malas, memiliki dua dampak dalam output kerja. Malas yang membuat Anda menjadi kurang produktif atau malas yang membuat Anda justru menjadi lebih produktif. Sebenarnya perbedaannya beti (alias beda tipis). Malas yang tidak pintar diolah akan menjadi malas yang tidak produktif, sedangkan malas yang bisa dikreasikan justru membantu peningkatan kinerja.

Mari membahas malas kerja yang tidak produktif. Malas jenis seperti ini yang biasanya cikal bakal demotivasi kerja–Menurunnya semangat kerja sehingga berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Malas yang tidak produktif bisa karena karakter (termasuk minat) orang ybs, bisa karena lingkungan yang tidak kondusif ataupun karena kebijakan organisasi yang tidak selaras dengan kebutuhan individu. Apapun penyebabnya ada satu hal yang perlu diingat, pemikiran Anda mempengaruhi kondisi psikis Anda. Contohnya rasa malas untuk berprestasi sebab merasa peluang untuk berkreasi dikungkung.

Jika Anda merasa bahwa yang perlu berubah adalah orang lain maka malas tidak akan bertransformasi menjadi kreatif. Dengan berfikir bahwa kesulitan berkreasi karena atasan yang tidak memberikan peluang, maka jadilah apa yang Anda pikirkan dan Anda semakin tenggelam dalam ketidakpuasan. Jika anda merasa tidak berkembang karena pekerjaan Anda so boring, so monoton!, maka jadilah hal yang demikian. Malas yang produktif menuntut sedikit kreativitas untuk mengubah apa yang telah terberi. Jika dilakukan secara rutin justru memulihkan semangat dan memperbaiki kinerja. Setelah bekerja, bekerja dan terus bekerja, minimal 8 jam sehari bagi pegawai kantoran, ada waktunya ketika kita harus memanjakan diri. Bermalas-malasan sedikit untuk merecharge kembali baterai energi sebelum kembali dipapar dengan segudang aktivitas yang stressful.

Ada beberapa kiat untuk menggubah si malas menjadi si kreatif:

  1. Mundur sejenak dari rutinitas, dan merefleksikan kembali waktu kerja yang telah digunakan. Jika badan sudah terasa pegal, leher sudah sedikit kaku, itu alarm bagi Anda untuk melihat tumpukan file yang belum dan yang sudah anda kerjakan. Ajukan pertanyaan “apakah yang Anda lakukan tergolong bekerja keras atau bekerja cerdas”. “adakah sebenarnya cara untuk mengefisiensikan waktu sehingga Anda bisa bekerja lebih singkat dengan hasil yang lebih padat?”. Anda bisa mengutak-atik SOP kerja, mendesain program di unit kerja Anda, semuanya lakukan sambil lalu dan dalam keadaan relaks. Ide tidak dipaksakan, biarkan ia mengalir layaknya lamunan yang datang dan pergi.
  2. Saat Anda mulai merasakan roh malas menghampiri Anda. Maka ada 2 hal yang perlu dilakukan” lakukan self talk dengan mengatakan pada diri Anda bahwa Anda membutuhkan sedikit waktu untuk rehat. Tidak ada salahnya merokok sebentar, berbincang sebentar dengan rekan, bermain games komputer, namun jadikan malas anda terkontrol dengan menetapkan waktu untuk anda bermalas-malasan, dan komitlah dengan waktu yang anda janjikan pada diri Anda. Jika perlu pasanglah alarm di HP sebagai reminder waktu bermalasan anda telah usai.
  3. Malas yang kreatif adalam malas yang mengaktifkan belahan otak kanan Anda yang menjadi narasumber bagi kecerdasan emosi dan kreativitas. Carilah aktivitas yang anda senangi, yang bisa membuat anda relaks dan tertawa lepas kemudian lakukanlah rutin setiap minggunya (tentunya untuk aktivitas luang yang memakan waktu berjam-jam jangan di jam kerja).
  4. Tanamkan suatu gagasan dan ulangilah secara terus menerus bahwa bekerja adalah sesuatu yang Anda sukai dan Anda nikmati prosesnya. Bahkan ketika si malas kembali menghampiri jadikan hal tersebut adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan sesekali (seperti butir 2 di atas). Dengan mengkombinasikan butir 2 dan 4 maka ketika anda merasakan stress kerja maka ubahlah pandangan Anda tentang pekerjaan. Jadika ia suatu tantangan untuk menstretching batas kemampuan Anda. Ketika pekerjaan terlalu membosankan maka carilah wisdom dan hal-hal kecil yang bisa dikreasikan dari kemonotonan tersebut. “Seorang master dalam seni kehidupan tidak akan menarik sebuah garis pemisah yang tajam antara pekerjaan dan permainan; jiwa dan raga; pendidikan dan rekreasi”.

Saya jadi teringat satu kutipan bijak dari Thomas Alva Edison

“aku tak pernah bekerja seharipun sepanjang hidupku. Itu sangat menyenangkan”.

Jadi, untuk sementara waktu mari kita bermalas-malasan sembari meresapi bahwa Work is Fun. Bermalas-malasan yang terkendali dan disadari penuh kapan dan bagaimana penerapannya justru akan meningkatkan semangat kerja layaknya perasaan segar bugar dan perasaan siap memulai aktivitas setelah liburan pendek namun berkesan.

Jaringan komunikasi tidak hanya berkembang dalam hal teknologi saja, tetapi di bidang organisasi pun sangat diperlukan. Contohnya saja, ketika sebuah organisasi akan membuat suatu event besar. Tidak mungkin sang ketua dari organisasi tersebut memberitahukan kepada anggotanya lewat surat, akan memakan waktu yang lama. Berikut ini akan dijelaskan berbagai alur jaringan komunikasi dan jenis-jenisnya dibidang organisasi.

Unsur-Unsur Organisasi

Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :

  1. Anggota organisasi

Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).

2. Pekerjaan dalam organisasi

Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universal :

  • Isi
  • Keperluan
  • Konteks

3. Praktik-praktik pengelolaan

Tujuan primer pegawai manejerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manejer membuat keputusan mengenai bagaimana orang-orang lainnya, biasanya bawahan mereka, menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Sebagian manejer membawahi para pekerja yang beroperasi dan sebagian lainnya membawahi manejer-manejer lainnya.

4. Stuktur Organisasi

Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Struktur organisasi di entukan oleh tiga variable kunci :

  • Kompleksitas
  • Formalisasi
  • Sentralisasi

5. Pedoman Organisasi

Adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi tersiri atas : pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.

Pemahaman Unsur-Unsur Organisasi

Unsur-unsur dasar organisasi dipahami secara selektif untuk menciptakan evaluasi dan reaksi yang menunjukan apkah yang dimaksud oleh setiap unsur dasar tersebut dan seberapa baik unsur-unsur ini beroperasi bagi kebaikan anggota organisasi.

Unsur-unsur organisasi tidak secara langsung menciptakan iklim komunikasi organisasi, tetapi bergantung pada persepsi anggota organisasi mengenai :

  1. nilai hukum dan peraturan tersebut
  2. kegiatan-kegiatan yang dikenai hukum dan peraturan tersebut

Pengaruh Komunikasi

Iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Usaha dalam hal ini merujuk kepada penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbiara, atau berjalan, dan memecahkan masalah.

Usaha biasanya terdiri atas 4 unsur :

  1. Aktivitas
  2. Langkah-langkah pelaksanaan kerja
  3. Kualias hasil
  4. Pola waktu kerja

Kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas nama organisasi adalah satu dari tiga factor komitmen organisasi. Kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilai organisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi adalah dua factor komitmen organisasi lainya.

Iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi. Proses-proses interaksi yang terlibat dalam perkembangan iklim komunikasi organisasi juga memberi andil pada beberapa pengaruh penting dalam restrukturisasi, reorganisasi, dan dalam menghidupkan kembali unsur-unsur dasar organisasi.

KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI

Kepuasan atas komunikasi kadang-kadang dikacaukan dengan iklim komunikasi , alasannya adalah bahwa iklim, merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi dalam organisasi. Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan.

Kepuasan juga menggambarkan evaluasi atas suat keadaan internal afektif, sedangkan iklim merupakan deskripsi kondisi eksternal bagi indivivu. Iklim terdiri dari suatu citra gabungan entitas atau fenomena global, seperti komunikasi atau organisasi. Kepuasan menggambarkan reaksi afektif individu ata shasil-hasil yang dinginkan yang berasal dari komunikasi yang terjadi dalam organisasi.

Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang di rasakan pegawai dalam lingkungan awl komunikasinya. Meskipun komunikasi terlihat bertumpang tindih dengan iklim komunikasi.Kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi.

Analalisis Down dan Hazen (1977) mengidentifikasikan bahwa kepuasan komunikasi terdiri dari 8 dimensi, yakni :

  1. Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para pegawai untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi
  2. Sejauh mana penyelia terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan
  3. Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu
  4. Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat dan jelas, dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup
  5. Sejauh mana terjadinya desas-desus dan komunikasi horizontal yang cermat dan mengalir bebas
  6. Sejauh mana informasi tentang organisasi sebagai suatu keseluruhan memadai
  7. Sejauh mana para bawahan responsive terhadap komunikasi kebawah dan memperkirakan kebutuhan penyelia
  8. Sejauh mana pegawai merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai dan bagaimana keinerja mereka dihapus.

ALIRAN INFORMASI DALAM ORGANISASI

Sifat Aliran Informasi

Aliran informasi dalam suatu organisasi adalah suatu proses dinamik; dalam proses inilah pesan-pesan secara tetap dan berkesinambungan diciptakan, ditampilkan, dan dinterpretasikan. Proses ini berlangsung terus dan berubah secara konstan – artinya komunikasi organisasi bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian berhenti. Komunikasi terjadi sepanjang waktu. Guetzkow (91965) menyatakan bahwa aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi denga tiga cara :

1. Serentak

2. Berurutan

3. Kombinasi antara serentak dan berurutan

 

Penyebaran pesan secara serentak

Maksudnya adalah penyebaran pesan yang dilakukan secara bersama dan pesan tersebut harus tiba dibeberapa tempat yang berbeda pada saat yang sama. Penyebaran pesan tersebut memerlukan suatu rencana untuk menggunakan strategi atau tekhnik penyebaran pesan. Strategi dan tekhnik penyebaran pesan biasanya dipertimbangkan berasarkan waktu dan media apa yang digunakan agar pesan tersebut dapat cepat diterima oleh si penerima pesan,

Penyebaran pesan secara berurutan

Haney (1962) mengemukakan bahwa penyampaian pesan berurutan merupakan bentuk komunikasi yang utama, yang pasti terjadi dalam organisasi, meliputi perluasan bentuk penyebaran diadik. Dalam hal ini setiap individu penerima pesan pertama mula-mula menginterpretasikan pesan pesan yang diterimanya dan kemudian meneruskan hasil interpretasinya kepada orang berikutnya dalam rangkaian tersebut.

Pola Aliran Informasi

Aliran informasi berkembang dari kontak antar pesona yang teratur dan cara-cara rutin pengiriman dan penerimaan pesan. Katz da Kahn (1966) menunjukan bahwa pola atau keadaan urusan yang teratur mensyaratka nbahwa komunikasi diantara para nggota system tersebut di batasi.

Analisis eksperimental pola-pola ku\omunikasi menyatakan bahwa pengaturan tertentu mengenai siapa berbicara kepada siapa mempunyai konsekuensi besar dalam berfungsinya organisasi. Menurutnya pola aliran informasi dibedakan menjadi :

1. Pola roda

Adalah pola yang mengarahkan seluruh informasi kepada individu yang menduduki posisi sentral. Orang yang dalam posisi sentral menrima kontak dan informasi yang disediakan oleh anggota orgnaisasi lainnya dan memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan anggota lainnya.

2. Pola lingkaran

Adalah pola informasi yang memungkinkan semua anggota berkomunikasi satu dengan yang lainnya hanya melalui sejenis system pengulangan pesan. Tidak seorang anggotapun yang dapat berhubungan langsung dengan semua anggota lainnya, demikian pula tidak ada anggota yang memiliki akses langsung terhadap seluruh informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan.

Peranan Jaringan Kerja Komunikasi

Analisis jaringan telah mengungkapkan sifat-sifat khas sejumlah peranan jaringan komunikasi. Berikut adalah tujuh peranan jaringan komunikasi, antara lain :

1. Anggota klik

Klik adalah sebuah kelompok individu yang paling sedikit separuh dari kontaknya merupakan hubungan dengan anggota-anggota lainnya. Prasyarat keanggotaan klik adalah bahwa individu-individu harus mampu melakukan kontak satu sama lainnya, bahkan dengan cara tidak langsung. Klik terdiri dari individu-individu yang keadaan sekelilingnya memungkinkan kontak antar individu, dan yang merasa amat puas dengan kontak-kontak tersebut. Klik-terdiri dari individu-individu yang memiliki alasan formal, yang berhubungan dengan jabatan untuk melakukan kontak sekaligus juga mempunyai alasan informal yang bersifat antar pesona.

2. Penyendiri

Adalah mereka yang hanya melakukan sedikit atau sama sekali tidak mengadakan kontak dengan anggota kelompok lainnya. Beberapa anggota organisasi menjadi penyendiri bila berurusan dengan kehidupan pribadi pegawai-pegawai lainnya tetapi jelas merupakan anggota klik bila pesan-pesan berkenaan dengan perubahan dalam kebijakan dan prosedur organisasi.

3. Jembatan

Adalah seorang anggota klik yang memiliki sejumlah kontak yang menonjol dalam kontak antar kelompok, juga menjalin kontak dengan anggota klik lain. Sebuah jembatan berlaku sebagai pengontak langsung antara dua kelompok pegawai.

4. Penghubung

Adalah orang yang mengaitkan atau menghubungkan dua klik atau lebih tetapi ia bukan anggota salah satu kelompok yang dihubungkan tersebut.Penghubung mengkaitkan satuan-satuan organisasi bersama-sama dan menggambarkan orang-orang yang berlaku sebagai penyaring informasi.

5. Penjaga gawang

Adalah orang yang secara strategis ditempatkan dalam jaringan agar apat melakukan pengendalian atas pesan apa yang akan disebarkan melalui system tersebut.

6. Pemimpin pendapat

Adalah orang tanpa jabatan formal dalam semua system social, yang membimbing pendapat dan mempengaruhi orang-orang dalam keputusan mereka. Mereka merupakan orang-orang yang mengikuti persoalan dan dipercaya orang-orang lainya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

7. Kosmopolit

Adalah individu yang melakukan kontak dengan dunia luar, dengan individu-individu diluar organisasi. Kosmopolit menghubungkan para anggota organisasi dengan orang-orang dan peristiwa-peristiwa diluar batas-batas struktur organisasi.

Arah Aliran Informasi

Komunikasi kebawah

Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. Adapun jenis informasi yang biasa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan, antara lain :

  1. Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan
  2. Informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan
  3. Informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi
  4. Informasi mengenai kinerja pegawai
  5. Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas

Informasi yang disampaikan dari seorang atasan kepada bawahan tidaklah begitu saja disampaikan, utamanya mereka harus melewati pemilihan metode dan media informasi. Ada enam kriteria yang sering digunakan untuk memilih metode penyampaian informasi kepada para pegawai, antara lain :

  1. Ketersediaan
  2. Biaya
  3. Pengaruh
  4. Relevansi
  5. Respons
  6. Keahlian

Adapun metode yang sering digunakan para atasan untuk menyampaikan informasi kepada bawahannya antara lain :

  1. Tulisan saja
  2. Lisan saja
  3. Tulisan diikuti lisan
  4. Lisan diikuti tulisan

Komunikasi ke Atas

Komunikasi keatas dalam sebuah orgaisasi berarti bahwa informasi menngalir dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Beberapa alasan pentingnya arus komunikasi keatas didasarkan pada :

  1. Aliran informasi keatas memberi informasi berharga untuk pembuatan keputusan oleh mereka yang mengarahkan organisasi dan mengawasi kegiatan orang-orang lainnya.
  2. Komunikasi keatas memberitahukan kepada penyelia kapan bawahan mereka siap menerima apa yang dikatakan kepada mereka.
  3. Komunikasi keatas memungkinkan –bahkan mendorong-omelan dan keluh kesah muncul kepermukaan dehingga penyelia tahu apa yang mengganggu mereka yang paling dekat dengan operasi-operasi sebenarnya.
  4. Komunikasi keatas menumbuhkan apresiasi dan loyalitas kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada pegawai untuk menentukan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi kebawah.
  5. Komunikasi keatas membantu pegawai mengatasi masalah pekerjaan mereka dan dengan organisasi tersebut.
  6. Komunikasi keatas mengizinkan penyelia untuk menentukan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi ke bawah.

Kebanyakan analisis dan penelitian dalam komunikasi keatas menyatakan bahwa penyelia dan manejer harus menerima informasi berupa ; informasi yang memberitahukan apa yang dilakukan bawahan, menjelaskan persoalan-persoalan kerja, memberi saran atau gagasan untuk perbaikan dalam unit-unit mereka, dan mengungkapkan bagaimana pikiran dan perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, dan organisasi.

Komunikasi keatas dapat menjadi terlalu rumit dan menyita waktu dan mungkin hanya segelintir manejer organisasi yang mengetahui bagaimana cara memperoleh informasi dari bawah. Sharma (1979) memberikan alasan mengapa komunikasi keatas terlihat amat sulit :

  1. Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka.
  2. Perasaan bahwa penyelia dan manejer tidak tertarik kepada masalah pegawai.
  3. Kurangnya penghargaan bagi komunikasi keatas yang dilkaukan pegawai.
  4. Peraaan bahwa penyelia dan manejer tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai.

Prinsip-prinsip saluran keatas

Planty dan machaver (1952) mengemukakan tujuh prinsip sebagai pedoman program komunikasi keatas. Prinsip-prinsip tersebut antara lain ;

  1. Program komunikasi keatas yang efektif harus direncanakan.
  2. Program komunikasi keatas yang efektif berlangsung secara berkesinambungan.
  3. Program komunikasi keatas yang efektif menggunakan saluran rutin
  4. Program komunikasi keatas yang efektif menitikberatkan kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari tingkat yang lebih rendah.
  5. Program komunikasi keatas yang efektif mencakup mendenngarkan secara objektif
  6. progaranm komunikasi keatas yang efektif mencakup tindakan untuk menanggapi masalah
  7. Progran komunikasi keatas yang efektif menggunakan berbagai media dan metode untuk meningkatkan aliran informasi.

Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal terdiri dari penyampaian informasi diantara rekan sejawat dalam unit kerja yang sama. Unit kerja meliputi individu-individu yang ditempatkan pada tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan mempuyai atasan yang sama.

Tujuan dari komunikasi horizontal adalah :

  1. Untuk mengkordinasikan penugasan kerja
  2. Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan
  3. Untuk memecahkan masalah
  4. Untuk memperoleh pemahaman bersama
  5. Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan
  6. Untuk menumbuhkan dukungan antar pesona

Bentuk komunikasi horizontal yang paling umum mencakkup semua jenis kontak antar pesona. Bahkan bentuk komunikasi horizontal tertulis cenderung menjadi lebih lazim. Komunikasi horizontal paling sering terjadi dalam rapat komisi, interaksi pribadi, selama waktu istirahat, obrolan di telepon, memo dan catatan, kegiatan social dan lingkaran kualitas.

Komunikasi Lintas Saluran

Merupakan penyampaian informasi rekan sejawat yang melewati batas-batas fungsional dengan individu yang tidak menduduki posisi atasan maupun bawahan mereka. Mereka melintasi jalur fungsional dan berkomunikasi dengan orang-orang yang diawasi dan yang mengawasi tetapi bukan atasan ataupun bawahan mereka. Mereka tidak melewati otoritas lini untuk mengarahkan orang-orang yang berkomunikasi dengan mereka dan terutama harus mempromosikan gagasan-gagasan mereka. Namun mereka memiliki mobilitas tinggi dalam organisasi; mereka dapat mengunjungi bagian lain atau meninggalkan kantor mereka hanya untuk terlibat dalam komunikasi informal.

Komunikasi Informal, Pribadi, atau Selingan

Informasi informal / personal ini muncul dari interaksi diantara orang-orang, informasi ini tampaknya mengalir dengan arah yang tidak dapat diduga, dan jaringannya digolongkan sebagai selentingan. Informasi yang mengalir sepanjang jaringan kerja selentingan terlihat berubah-ubah dan tersembunyi. Dalam istilah komunikasi selintingan digambarkan sebagai metode penyampaian laporan rahasia tentang orang-orang dan peristiwa yang tidak mengalir melalui saluran perusahaan yang formal. Informasi yang diperoleh melalui selentingan lebih memperhatikan apa yang dikatakan atau didengar oleh seseorang daripada apa yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan.

Hubungan

Goldbaher mendefinisikan organisasi sebagai sebuah jaringan hubungan yang saling bergantung, ini berarti bahwa hal-hal tersebut saling mempengaruhi dan saling dipengaruhi satu sama lainnya. Pola dan sifat hubungan dalam organisasi dapat ditentukan oleh jabatan dan peranan yang ditetapkan bagi jabatan tersebut. Namun individu-individu bertindak diluar struktur peranan, sehingga menciptakan jalinan komunikasi dan struktur. Hubungan-hubungan dalam organisasi berbeda ditinjau dari sifat antarpesona hubungan tersebut.

Sumber

One thought on “Paper 5

  1. I’m just writing to make you be aware of of the nice experience my friend’s child experienced using your web site. She picked up a lot of pieces, which included what it’s like to possess an ideal teaching character to let a number of people just completely grasp several multifaceted topics. You truly exceeded people’s expectations. Thanks for rendering the beneficial, healthy, edifying and cool guidance on the topic to Janet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s