Tugas 1 Interaksi Manusia & Komputer

PENDAHULUAN
Televisi merupakan salah satu perangkat keras yang berguna untuk menghibur, memberikan informasi serta media pembelajaran bagi manusia di waktu tertentu. Awalnya Televisi ditemukan belum termasuk dengan perangkat penting lainnya yaitu Remote Control Televisi.
Remote Televisi dikembangkan pertama kali oleh Zenith Radio Corp tahun 1950, yang dalam pengoperasiannya masih menggunakan kabel yang dihubungkan dengan TV. Inovasi ini kurang mendapat sambutan dari konsumen.
Kemudian, di Tahun 1955 Zenith menghilangkan kabel dan menggantinya dengan teknologi cahaya (Flashmatic), dimana seberkas cahaya/sinar dipancarkan dari modul remote untuk mengendalikan sel photo yang terdapat pada TV. Namun sel foto pada TV kurang bisa mengenali mana cahaya yang datang dari remote dan cahaya yang datang dari sumber lainnya, sehingga terkadang ketika ada terkena lampu ruangan/sinar matahari, saluran atau volume pada TV dapat berpindah dengan sendirinya.
Barulah pada tahun 1956, seorang insinyur dari Austria menemukan Remote Control Televisi dengan menggunakan teknologi infra merah (infrared) yang sampai saat ini masih digunakan untuk perkembangan Televisi di zamannya.

METODE OBSERVASI
Dalam melakukan metode observasi ini, kami memberikan beberapa pertanyaan kepada orang lain untuk mengamati interface antara manusia dengan Televisi. Pertanyaan seperti,
apakah tombol terlalu kecil ( jari user tidak dipertimbangkan secara baik oleh desainer)? Apakah tampilan sulit dilihat oleh pengguna yang lanjut usia, tetapi tidak untuk orang muda ( desain tidak mempertimbangkan dengan aging vision)? Apakah pemetaan tombol ke aksi masuk akal (stimulus-response mapping, cognitive)? Apakah pencarian channel dengan cara otomatis atau manual mudah/sulit?
Sebelum melakukan observasi, kami membagi beberapa orang berdasarkan usia mereka:
 Anak-anak (usia antara 12-15 tahun)
 Remaja (usia antara 16-25 tahun)
 Dewasa (usia antara 30-60 tahun) untuk ukuran usia ini, kami menggabungkan dengan usia Lanjut Usia, dikarenakan tidak adanya orang Lanjut Usia yang dapat dilakukan observasi di sekitar kami
Dan berikut ini adalah tipe dari Remote Control Televisi beserta foto untuk memperlihatkan detilnya.
SHARP LCD TV GA976WJSA
• Ukuran 14 x 4.5 cm

IMG-20130411-00143

HASIL OBSERVASI
Dari metode observasi yang telah dijelaskan sebelumnya, kami mendapati hasil observasi kepada orang-orang yang akan diobservasi, di antaranya:
1. Anak-anak
Untuk usia ini, mereka berpendapat bahwa:
a. Ukuran Tombol Remote Televisi cukup tepat dengan ukuran jari
b. Respon Televisi ketika melakukan pergantian channel lumayan cepat
c. Untuk pencarian channel Televisi, usia Anak-anak lebih memilih auto search atau pencarian secara otomatis dibandingkan manual search, dikarenakan pencarian secara otomatis lebih mudah dan cepat tetapi urutan channel tidak teratur dan tidak sesuai dengan yang diminta

2. Remaja
Setelah kami lakukan observasi dengan beberapa pertanyaan, untuk usia remaja berpendapat bahwa:
a. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, remote sangat ringan serta Tombol Remote Televisi sudah cukup baik dan sangat simple.
b. Tampilan menu di dalam Televisi cukup mudah dimengerti sehingga mudah diatur dengan menggunakan remote.
c. Untuk pencarian channel Televisi, usia remaja lebih memilih manual search / secara manual, dikarenakan pencarian secara manual dapat mengatur susunan channel Televisi sesuai yang diinginkan. Tidak demikian dengan auto search / secara otomatis, cara ini akan mencari channel Televisi dengan sendirinya dan susunan channel tidak sesuai yang diinginkan.
3. Dewasa
Terakhir, untuk usia Dewasa, pendapat mereka adalah sebagai berikut:
a. Tombol Remote Televisi terlalu kecil sehingga sulit untuk dilihat dan harus mendekatkan remote dengan mata agar terlihat lebih jelas
b. Lebih memilih untuk mencari channel dengan auto search / secara otomatis, karena lebih mudah mendapatkan channel-channel yang tersedia dan tidak memakan waktu yang terlalu lama

ANALISA
Setelah observasi yang telah dilakukan melalui beberapa pertanyaan kepada orang dengan berdasarkan usia, didapatkan hasil observasi sebagai berikut:
i. Tombol Remote Televisi terlalu kecil untuk usia Dewasa. Tidak demikian dengan usia Anak-anak dan Remaja, mereka lebih menyukai model tombol yang lebih kecil karena tepat dengan jari mereka.
ii. Pencarian dengan menggunakan auto search / secara otomatis lebih dipilih oleh Anak-anak dan Dewasa sebab mereka tidak ingin mempersulit pencarian channel Televisi. Walaupun susunan channel tidak teratur, tetapi mereka dapat menghapal channel tersebut. Berbeda dengan Remaja, mereka lebih memilih manual search, karena dapat mengatur channel Televisi sesuai keinginan mereka.
Dengan aspek yang dimunculkan melalui beberapa pertanyaan kepada orang yang diobservasi, tugas softskill ini mudah diselesaikan, dikarenakan mereka dapat mengerti akan pertanyaan yang diajukan.
Mungkin beberapa masalah muncul ketika menekan tombol remote Televisi karena ukuran tombol terlalu kecil bagi orang Dewasa, kemudian Remaja lebih memilih channel manual search / secara manual dibandingkan auto search.
Adapun desain yang ditampilkan remote di atas sudah cukup sempurna. Namun akan lebih baik bila tombol remote Televisi tersebut lebih diperlebar / diperbesar ukurannya sehingga tidak ada lagi masalah tombol terlalu kecil bagi orang Dewasa.
Jadi, dari hasil observasi yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa divais remote Televisi yang kami lakukan cukup user friendly dan direkomendasikan untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s