Konsep Bahasa Menurut Ahli

Bahasa Indonesia diikrarkan pada Kongres Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi Bahasa Nasional. Pernyataan tersebut dimungkinkan oleh kenyataan bahwa Bahasa Melayu yang mendasari Bahasa Indonesia telah dipakai sebagai Bahasa Pengantar.

Bisa dikatakan, kepribadian Bangsa atau masyarakat dapat diamati dari tutur katanya. Itu disebabkan karena Bahasa memiliki muatan filfasat yang akan membentuk sifat masyarakat sehingga secara dialektis masyarakat akan membentuk karakter Bahasa yang ada.

Seperti yang diungkapkan oleh Ferdinand De Saussure (yang dikenal sebagai bapak linguistik) bahwa Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

Artinya, Bahasa tersebut sebagai alat komunikasi dalam masyarakat yang menggunakan sistem tanda yang maknanya dipahami secara konvensional oleh anggota masyarakat bahasa yang bersangkutan. Maka tidak salah jika negara Indonesia menerapkan sistem tersebut untuk membedakan suku atau ciri dari suatu daerah tertentu.

Sumber

http://www.metrotvnews.com/front/kolom/2013/09/25/344/Ragam-Makna-Bahasa/metrokolom

http://www.bahasaku.org/artikel/empat_konsep_penting_ferdinand_de_saussure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s