Di manakah Tanggung Jawab Wakil Rakyat?

Akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya berita hangat mengenai sikap dan kurangnya rasa tanggung jawab yang dilakukan oleh sebagian wakil rakyat terhadap tugas yang diembannya untuk menyejahterakan bangsa ini. Bagaimana tidak, seorang wakil rakyat yang seharusnya berusaha untuk mengabdi kepada negara tetapi mereka mengingkarinya dengan melakukan hal-hal yang membuat rakyat sengsara.

Makin terbukti para wakil rakyat tidaklah seterhormat jabatan mereka. Banyak skandal yang terkuak ternyata melibatkan para anggota dewan. Mulai dari skandal suap hingga kasus pornografi. Menurut kabar dari Media Indonesia, skandal lama datang dari anggota DPR Fraksi PKS, Arifinto. Dalam sidang paripurna DPR, Jumat (8/4), anggota Komisi V ini tertangkap lensa kamera pewarta foto Media Indonesia sedang melihat-lihat video syur.

Berita yang belum lama ini beredar juga bahwa anggota DPR melakukan sebuah kunjungan kerja ke luar negeri. Namun, mereka tidak sendirian melainkan dengan membawa serta sanak keluarga mereka. Ironis, di samping rakyat masih membutuhkan bantuan mereka untuk bisa terlepas dari belenggu ekonomi, di sisi lain mereka malah asyik “bertamasya”.

Tidak hanya itu, sempat terkuak kabar bahwa akan dibangun gedung baru DPR setinggi 36 lantai untuk menggantikan gedung lama yang saat ini masih berdiri kokoh dan layak dipakai. Dan tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan sebesar 1,13 triliun rupiah dan banyak memunculkan kontroversi di berbagai kalangan masyarakat.

Baru-baru ini juga berita dari kompas.com mengenai proyek hambalang yang sedang dibangun menjadi skandal baru. Padahal, skandal masalah bank century dan kasus wisma atlet pun belum rampung. Masih menjadi penyelidikan oleh pihak KPK dan kepolisian untuk membuktikan siapakah dalang dibalik kasus ini.

Itulah skandal-skandal yang dilakukan oleh wakil rakyat yang semestinya tidak mereka lakukan. Mereka kurang bertanggung-jawab atas pekerjaan yang mereka lakukan. Namun, dibalik itu semua kita dapat simpulkan bahwasanya negara Indonesia masih dalam taraf belajar ber-demokrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s