Kekuatan Cinta

Seperti biasa di suatu padang kemerahan yang terhampar luas, seekor binatang melata jantan yang kelaparan sedang mencari makan di tempat rongsokan barang. Di lain tempat yang tidak berkejauhan, seekor binatang melata betina sedang bersantai di atas bebatuan sambil memakan seekor lalat yang melintas di atasnya.

Ketika sang jantan sedang asyik-nya mencari makanan, dia melihat sang betina dari atas bebatuan. Secara sontak, sang jantan pun terkesima melihat paras cantik yang dimiliki sang betina. Sang jantan pun segera berhenti untuk mencari makanan dan langsung menghampiri sang betina.

            Sesampai di hadapan sang betina, dia mencoba menyentuh tangan sang betina yang sedang termenu sambil memejamkan mata. Setelah menyentuh tangan sang betina, tiba-tiba sang betina itu pun terbangun dan melihat seekor binatang jantan yang memberikan senyum lebar kepadanya. Namun, yang terjadi sang betina menghiraukan kedatangannya, segera memakan kembali seekor lalat yang sedang melintas di depannya dan bersantai kembali.

            Sang jantan pun tak mau menyerah. Dia mencoba untuk mencari perhatian agar sang betina itu pun terbangun lagi. Alhasil, usaha yang dilakukan sang jantan berhasil tetapi sekali lagi sang betina menghiraukannya, memakan seekor lalat yang melintas di depannya dan kembali lagi memejamkan mata.

            Untuk kesekian kalinya, sang jantan menyentuh tangan sang betina dan mencari perhatian sambil melakukan atraksi dengan mengangkat batu yang ukurannya sepuluh kali lipat dari ukuran tubuhnya. Tampaknya kekuatan tangannya tidak dapat menahan beratnya batu tersebut hingga jatuh mengenai ekornya.

            Tidak sabar dengan kegagalan yang diterimanya, sang jantan pun langsung mendekati sang betina dan menjulurkan mulutnya untuk bersiap menciumnya. Lagi-lagi, kesialan menimpa sang jantan. Sang betina tidak menerima kemauan sang jantan sehingga tamparan-lah menjadi balasannya.

            Setelah kejadian itu, sang jantan pun pergi untuk sementara meninggalkan sang betina. Namun, sang jantan tidak menyerah begitu saja. Dia terus mencari akal agar hati sang betina jatuh tepat ke pelukannya.

            Di tengah jalan, sang jantan tidak disengaja melihat suatu pamflet yang bergambar dua orang yang saling jatuh cinta dengan bunga yang sedang dipegang oleh lelaki untuk diberikan kepada seorang perempuan. Mulailah sang jantan berkhayal akan dirinya dengan sang betina yang tergambar dalam pamflet tersebut.

            Hal itu menghasilkan ide yang cemerlang bagi sang jantan untuk mendapatkan setangkai bunga agar segera diberikan kepada sang betina. Bergegaslah sang jantan mencari apa yang tergambar dalam pamflet tersebut.

            Setiap sudut tempat terus dicarinya hingga akhirnya sang jantan menemukan tiga tangkai bunga yang tertata rapi di suatu vas bunga. Dengan wajah yang sumringah, sang jantan pun mendekati vas tersebut. Namun, perjuangan untuk mendapatkan setangkai bunga tidak berhenti sampai disitu.

            Sang jantan harus berhadapan dengan komplotan binatang yang terlihat sedang meyiapkan makanan. Diapun menunggu mereka lengah dan secepat mungkin mengambil bunga tersebut. Alhasil, mereka pun lengah dan sang jantan merebut setangkai bunga tersebut dengan mudah. Belum sampai di situ, sang jantan tertangkap basah mengambil setangkai bunga dan membuat komplotan binatang itu marah.

            Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Di saat kejar-kejaran terjadi, komplotan binatang tersebut menabrak makanan yang akan siap disajikan hingga tumpah-ruah. Amarah merekapun makin menjadi dan sesegera mungkin untuk menangkap sang jantan. Dengan rasa takut dari diri sang jantan, diapun berusaha untuk mengalah dan tidak sengaja menyentuh alat penghalus makanan.

            Hasilnya, sang jantan menunggangi alat tersebut dan berusaha menjauhi dari kejaran komplotan binantang. Ketika kejar-kejaran berlangsung, secara tidak sengaja sang jantan menjatuhkan bunga tersebut. Mau tidak mau, sang jantan harus membalik arah agar bunga yang dijatuhkannya tidak kembali direbut oleh komplotan binantang.

            Namun, dengan kecepatannya menunggangi alat tersebut, sang jantan melompat dan berhasil mendapatkan kembali setangkai bunga yang telah ia jatuhkan tadi. Sebaliknya, alat tersebut menabrak tunggangan komplotan binatang dan terlempar jauh sejauh mata memandang.

            Tanpa pikir panjang, sang jantan segera menemui sang betina untuk memberikan setangkai bunga yang dia dapat dengan susah payah. Ketika sang jantan datang menghampiri sang betina, sang betina pun sangat bahagia bukan kepalang.

Namun, setelah sang jantan memberikan setangkai bunga itu, bukannya sang betina menerima dengan senang hati dan mencium harum aroma bunga tersebut, melainkan memakannya dan segera meninggalkan sang jantan seorang diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s