Terancamnya Keselamatan Pejalan Kaki

              Benar apa yang dikatakan oleh salah seorang saudara bahwa suatu bangsa yang tergolong negara berkembang atau maju bisa dilihat dari cara berkendara rakyatnya itu sendiri. Selama mereka tidak mengikuti aturan yang berlaku, bangsa itu akan sulit untuk berkembang dan beralih menjadi negara maju. Pengaruh itu sangat kental dan mungkin hal ini dirasakan oleh bangsa Indonesia.

         Ketika kita beranjak pergi dan meninggalkan rumah, hal yang dipikirkan untuk mencapai suatu tujuan adalah keselamatan. Persiapan yang matang dan fisik yang cukup merupakan hal yang terpenting dalam melakukan suatu perjalanan. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan, para pengendara saling adu kebut-kebutan, tidak memikirkan keselamatan mereka dan orang lain, menyalahi aturan dan berupaya untuk ke tempat tujuan dengan maksud agar tidak terlambat atau alasan-alasan tertentu yang memicu hal tersebut.

            Kebiasaan-kebiasaan itulah yang sering kita saksikan di jalan-jalan utama yang sepi ataupun dalam keadaan ramai. Tak mau mengalah dan saling menyerobot, itu hal yang biasa. Akan tetapi, mereka tidak sadar bahwa ada pengguna jalan lain yang sangat dirugikan dan dampaknya menimbulkan bahaya terhadap mereka. Pejalan kaki-lah pihak yang paling dirugikan. Tidak salah lagi, pejalan kaki yang seharusnya sangat aman dan nyaman untuk berjalan tetapi semua itu dirusak dan dimakan hak-haknya oleh pengendara bermotor.

            Bukankah kita masih ingat kejadian yang dirasakan yang pada saat itu 9 pengguna jalan yang tidak bersalah dihantam oleh sebuah mobil dalam kecepatan tinggi di Tugu Tani awal tahun lalu hingga mereka meninggal dunia. Kemudian tertabraknya pejalan kaki oleh sebuah bus Transjakarta hingga meninggal di tempat. Juga berita yang masih hangat dibicarakan yaitu pengendara motor yang akhir-akhir ini menggunakan trotoar untuk menembus kemacetan yang semestinya digunakan oleh pejalan kaki.

            Fakta-fakta di atas menjadi bukti bahwa semakin terancamnya keselamatan para pejalan kaki. Padahal, pemerintah sudah membuat Undang-Undang yang menjelaskan tentang hak-hak pejalan kaki. Namun, semua itu hanya peraturan yang tidak diselaraskan dengan pengawasan yang ada. Pengendara bermotor secara bebas menggunakan hak-haknya yang tidak memperhatikan hak pengguna jalan lainnya. Sudah seharusnya pemerintah dan aparat ikut serta dalam melindungi dan memberikan hak kepada pejalan kaki.

Tidak seperti di luar negeri, mereka sangat dilindungi. Sebab, pengendara bermotor sadar kapan haknya dan kapan hak orang lain berlaku. Ketika menyebrang jalan, mereka diberikan kesempatan oleh pengendara bermotor untuk menyebrang jalan tersebut sekalipun kendaraan dalam kecepatan tinggi. Di samping itu, ketika terjadi kecelakaan terhadap pejalan kaki, tersangka dikenai hukuman dan sanksi sedangkan korban diberikan asuransi.

Mungkin itu hal yang sulit diterapkan oleh bangsa kita. Namun, kembali lagi ke kesadaran diri masing-masing. Lebih mementingkan diri sendiri atau orang lain, lebih mementingkan keselematan atau kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s